URAIAN MATERI :
Pemilihan jurusan di SMA bukanlah suatu akhir dari
jenjang studi siswa, tetapi justru merupakan tahapan awal dari jenjang
pendidikan selanjutnya. Rencana apa yang akan dilakukan setelah pengumuman
kelulusan di SMA? suatu pertanyaan yang perlu direnungkan untuk masa depan
mereka. Oleh karena itu materi bimbingan belajar ini lebih memberikan informasi
mengenai SPMB. Materi tersebut diantaranya mengenai:
1. Tinjauan umum jurusan di perguruan tinggi.
Pemilihan jurusan di kelas 3 akan memberikan dampak
bagi masa depan siswa. Jurusan yang dipilih semasa SMA akan menjadi dasar bagi
jurusan yang akan dituju di perguruan tinggi kelak. Salah satu faktor yang
harus diperhatikan dalam mengambil keputusan tentang jurusan yang akan diambil
di kelas 3 adalah pertimbangan mengenai jurusan apa yang akan diambil ketika di
perguruan tinggi. Sebagai bahan masukan bagi siswa di sini terdapat bahan
masukan bagi siswa mengenai garis besar jurusan-jurusan yang ada di perguruan
tinggi.
Jurusan yang ada diperguruan tinggi terbagi atas 7
bidang keilmuan, yaitu :
- Ilmu-Ilmu Sains
Misalnya: Matematika, Fisika, Kimia, Bilogi,
Farmasi, Astronomi, Geofisika, Meteorologi dll.
- Ilmu-Ilmu Kesehatan
Misalnya: Kedokteran Umum, Kedokteran Gigi,
Kedokteran Hewan, Keperawatan, Kesehatan Masyarakat dll.
- Ilmu-Ilmu Teknologi
Misalnya: Tehnik Sipil, Tehnik Elektro, Tehnik Informatika, Tehnik
Fisika, Tehnik KImia, Tehnik Geologi, Tehnik Industri, Tehnik Mesin, Tehnik
Arsitektur, Tehnik Pertambangan, Tehnik Lingkungan, Tehnik Material, Tehnik
Kelautan, Tehnik Perkapalan, Tehnik Penerbangan dll.
- Ilmu-Ilmu Pertanian
Misalnya: Ilmu Tanah, Agronomi, Perikanan,
Peternakan, Pemulian Tanaman, Agrobisnis dll.
- Ilmu-iIlmu Sosial
Misalnya: Ekonomi, Manajemen, Hukum, Sospol,
Psikologi dll.
- Ilmu-Ilmu Sastra dan Budaya
Misalnya: Sastra Indonesia, Sastra Inggris, Sastra
Jepang, Sastra Jerman, Antropologi dll.
- Ilmu Filsafat
2.
Kiat sukses menembus SPMB.
Sudah menjadi fakta bahwa setiap tahun tingkat
persaingan untuk menembus SPMB semakin meningkat. Keberhasilan seseorang tidak
lagi semata-mata hanya ditentukan oleh kesiapan akademik, akan tetapi faktor
mental, pengetahuan, prosedur pendaftaran secara komputerisasi bahkan strategi
jug aikut menentukan. Kenyataaan yang sering kita temukan adalah semisalnya si
A lulus SPMB sementara si B tidak lulus, padahal B lebih pintar dari A semasa
SMA. Mengapa hal tersebut bisa terjadi ? jawabannya ada dua kemungkinan yaitu
kesalahan teknis/administratif atau salah strategi.
Kesalahan administratif akan berakibat fatal. Salah
mengisi data berarti kalah sebelum “perang”. Sebab data-data tersebut harus
diisi dengan benar dan hati-hati. Ikutilah semua petunjuk yang ada dalam buku
paduan SPMB dan jangan percaya saran atau cara yang disampaikan oleh siapapun
jika berbeda dengan apa yang akan diutarakan dalam buku panduan.
Strategi adalah rencana yang cermat dan efektif
mengenai kegiatan, langkah dan metode untuk mencapai sasaran. Dengan demikian
strategi merupakan faktor yang dominan dalam meraih sukses. Kesalahan strategi
bisa meliputi strategi belajar atau strategi memilih jurusan dalam SPMB.
Berikut ini akan dibahas mengenai strategi menjelang SPMB :
- Belajar secara efektif dan efisien
Cukup banyak metode belajar secara efektif dan efisein, misalnya cara
membaca system SQ3R, yaitu Survey (penelitian
pendahuluan), Question (membuat
pertanyaan), Read (membaca), Recite (mengulang), dan Review (mempelajari kembali secara
keseluruhan). Adapun langkah-langkah yang
praktis yang dapat ditempuh oleh siswa dalam memantapkan materi yang telah
diberikan di sekolah :
Langkah pertama : Buatlah program belajar dalan kurun waktu
sekarang sampai SPMB mendatang yang meliputi mata pelajaran yang akan diujikan
pada tes. Belajarlah setiap hari dan bagi waktu yang ada untuk memantapkan
teori dasar, menghafal rumus, dan mengerjakan soal-soal untuk setiap mata
pelajaran. Kemudian buat ringkasan rumus-rumusnya. Pengendalian akan waktu
adalah salah satu hal yang terpenting apabila kita ingin meraih kesuksesan.
Ingat nasihat Ernest Dimnet : “Orang
yang sangat sibuk senantiasa mempunyai waktu untuk melakukan apa saja dan orang
dengan waktu terluang sangat banyak mempunyai waktu untuk tidak melakukan
apa-apa. Ingat juga pendapat Harry Shaw,
yang mengatakan bahwa, “Belajar menggunakan waktu merupakan suatu keterampilan
yang memberikan keuntungan-keuntungan tidak hanya dalam studi, tetapi juga
sepanjang hidup. Sesungguhnya, kemampuan memanfaatkan waktu secara efisien
dapat menjadi satu prestasi terpenting dari seluruh hidup kita.” (Bachtiar,
2005). Materi yang diujikan pada SPMB mayoritas berasal dari materi pelajaran
di kelas 2 SMA. Kondisi ini mengharuskan siswa sudah mulai menyiasati SPMB
sejak dini.
Langkah kedua:
Kerjakan soal-soal SPMB ditahun-tahun sebelumnya. Kerjakan dengan batas waktu
tanpa melihat catatan, seolah-olah dalam keadaan tes yang sesungguhnya. Setelah
selesai, periksa jawaban dengan kunci yang ada untuk mengkaji berapa persen
jawaban yang benar. Jawaban yang salah atau kosong dikerjakan kembali, akan
tetapi kalau masih terbentur jangan malu untuk bertanya kepada siapapun.
Langkah ketiga:
Analisa soal-soal SPMB selama lima tahun terakhir kemudian kelompokkan
soal-soalnya untuk mendapatkan data statistik materi dan tipe soal bagaimana
yang paling sering muncul untuk setiap bidang studi. Atas dasar ini siswa dapat
memperkirakan soal-soal yang lebih sering keluar dalam SPMB. Dengan kata lain cara belajar
akan tepat sasaran.
3. Strategi memilih jurusan di PTN.
Inti dari strategi memilih jurusan di PTN adalah
menentukan pilihan jurusan yang tingkat persaingannya sesuai dengan kemampuan
akademik siswa. Hal yang dapat dilakukan siswa dalam memilih jurusan di PT
yaitu dengan memprediksi klasifikasi jurusan, memprediksi tingkat kemampuan
akademik dengan mengikuti try out
dengan jumlah soal, tingkat kesulitan, waktu serta sistem penilaian yang sama
dengan SPMB. Dengan mengikuti beberapa kali simulasi SPMB, siswa akan
mengetahui nilai rata-rata yang diperoleh. Inilah yang menjadi acuan pemilihan
jurusan. Cara yang terakhir yaitu kiat menentukan pilihan jurusan, memang
menentukan pilihan jurusan menyangkut resiko berhasil atau gagal dan berkaitan
dengan masa depan. Oleh sebab itu siswa harus menentukan sendiri keputusan yang
diambil. Pilihan pertama SPMB sebaiknya mempunyai passing grade yang sama atau lebih kecil dari nilai rata-rata hasil
tes simulasi SPMB siswa yang bersangkutan. Sedangkan pilihan kedua sekitar 7%
hingga 10%.






0 komentar:
Posting Komentar